Otaku. Perspektif Negeri Sakura dan Negeri Garuda

Hallo minna-san.
Etoo, masberoh kok tumben nih serius banget? Ini introduction loh, harus lucu!

Maaf kali ini kita bakal nge-share tentang hal yang serius, jadi saya juga ikut serius.
“saya”?! masberoh pake kata “saya”!! hal ini pasti serius banget ya?

Tentu saja. Tapi sebelumnya, senang sekali saya, Rifdhan Jayadilla,  sebagai host yang tampan dan gante-
*lempar sepatu* OI tadi katanya serius?!

Ahaha..maaf2 tadi niatnya mw serius kyk host infotainment gitu, tapi ga bisa..haha. tapi yang gue bilang barusan ga sepenuhnya salah lho, kali ini gue akan nge-share hal yg agak serius dikit. Hal yang mau gue share ke teman2 kai ini adalah “Otaku. Perspektif negeri sakura dan negeri garuda.”

Otaku. Apa sih yang ada di pikiran teman2 saat denger kata ini? Anti-sosial, terlalu obsesif dgn video game dan anime, apatis, tampan? Sedikit contoh ini menggambarkan generalisasi seorang otaku (kecuali poin terakhir itu khusus buat gue).

Otaku sendiri ga Cuma ada di Jepang aja, tapi udah mendunia. Yak!! Mendunia! Otaku ada juga perancis, spanyol, amerika, dan banyak lagi, negara kita, Indonesia, pun juga punya banyak Otaku. Nah temen Gue yang pernah  ke Jepang pernah ngebuat pertanyaan kayak gini: “kenapa ya kalo di Jepang, Otaku itu negatif banget? Tapi kalo di negara kita malah terkesan menyenangkan dan membanggakan?”

Nah, gue sebagai anak lulusan IT penjurusan perdetektifan ber IP 3,2 akan mencoba menjawab pertanyaan ini!.

Perspektif di Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang persaingannya ketat. Salah satunya adalah di bidang pendidikan. Nah otaku seperti yang kita tau terlalu obsesif dengan anime dan video games. Hal ini menyebabkan waktu untuk bersaing dengan pesaing lain di bidang akademis menjadi sangat kurang. Tentu saja hal ini menjadi nilai minus di mata Orang tua dan Masyarakat sekitar yang berharap anaknya menjadi seorang elite.

Bayangkan kalo kamu sebagai orang tua ngeliat anak kamu/anak orang lain mengurung diri di kamar main game dan nonton anime, sibuk dengan dunia sendiri, hilang arah dengan realita. Hal inilah yang menyebabkan otaku berpredikat buruk di Jepang sana.

kamar seorang Otaku di Jepang

Tapi apa yang membuat otaku berpredikat SANGAT BURUK? Kurang lebih sentimen masyarakat sana meningkat setelah adanya kasus “The Otaku Murderer”. The Otaku Murderer adalah kasus pembunuhan serta pelecehan seksual yang terjadi pada tahun 1989 silam yang dilakukan oleh seorang Otaku bernama  Tsutomu Miyazaki. Kejadian ini menimulkan moral panic di masyarakat Jepang dan cap negatif pada otakupun tak terhindarkan.

The Otaku Murderer, Tsutomu Miyazaki

Kalo mau tau lebih jauh tentang The Otaku Murderer, klik disini. Soalnya bahannya agak innapropriate untuk ditulis di-blog ini.

Perspektif di Indonesia

Beda sama di Jepang, Otaku di Indonesia bisa dibilang ga terlalu obsesif mengenai anime dan video games, mungkin hal ini disebabkan Indonesia bukanlah negara asal dari pop –culture anime dan video games,dan juga event2 tentang anime dan video games kan di Indonesia juga ga marak banget, jadi hasrat kita sebagai otaku indonesia masih bisa tertahankan.

Mungkin cap “aneh” dari orang tua kita dan orang2 disekitar kita juga ga bisa dihindari, karena ya kita pasti sering ngurung diri dikamar entah itu nonton anime atau main game. Tapi Cuma sebatas “aneh” sisi negatif dan sentimennya ga se-kental di Jepang. Paling orang yang suka anime, games, kebudayaan, dan Dorama Jepang disini hanya akan disebut “Penggemar Jepang” oleh masyarakat Indonesia. Bukannya otaku. Dan pada titik tertentu kita akan senang dan bangga karena kita bisa bahasa Jepang, tau kebudayaannya, dll.

Kamar seorang Otaku di Indonesia. (Gue)

Nah menurut gw itulah alasan kenapa perlakuan Otaku di Jepang dan Indonesia bisa sangat berbeda, karena Indonesia dan Jepang memang berbeda kultur dan pemahaman tentang Otaku itu sendiri.

Masberoh, berarti jadi Otaku itu ga baik ya?
Eits, siapa bilang? Pokoknya pegang aja wejangan gue ini : “Sesuatu yang berlebihan itu ga baik. Apapun itu!”

Dalam kadar yang masih wajar, otaku itu menguntungkan kok. Contohnya : kita jadi tau kebudayaan Jepang, tau bahasa Jepang, memperluas wawasan dengan tawaran cerita yang dahsyat dari anime dan video games, lebih terbuka dengan hal2 yang baru,dll. Yang paling penting dari semua itu adalah terjalinnya persahabatan antar Otaku. Mungkin kami yang suka Jepang ini bisa dibilang minoritas,tapi saat minoritas ini berkumpulah sesuatu yang ajaib terjadi! ^w^

Sebagai catatan terakhir, teman gw yang tinggal di Jepang saat gue tanya “menurut lo Otaku itu gimana?” dia jawab “Ga masalah sih, mereka suka sesuatu dan ya udah. That’s that!”.

Intinya anggapan miring masyarakat tentang Otaku makin lama makin membaik, asal kita juga bisa menjaga kelakuan kita dan mawas diri agar tidak terjadi kejadian yang memunculkan moral panic lagi.

Nah, Perspektif Otaku menurut kalian apa?

Categories: Pop-Culture | Tags: , , , , , , , , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Otaku. Perspektif Negeri Sakura dan Negeri Garuda

  1. gambarannya lucu😀

  2. nah kak…. gua seorang otaku…….gua bisa ngeliat teman ato diri sendiri, di saat di rumah kami menjadi penyendiri tapi kalo di sekolah kami bisa dibilang mudah ber gaul, baik, ramah, dan lucu…. (tapi kalo awal ketemu mereka menganggap kami penyendiri tapi sesudah itu mereka menganggap baik)
    nah gua bilang ama teman gua (menurut lho orang yg suka anime itu gimana sih?) nah merek jwb (menurut gua biasa aj, karan biasanya orang anime itu lucu seperti kamu) nah gua tanya ama teman yg beda kelas ama gua ( menurutl lho si ini gimana?) sambil menyebut kan nama teman gua yg otaku, dia jwb (dia tingkah nya kayak anak2 ya gitu deh)
    nah jadi gua simpulkan otaku di indonesia itu orang nya mudah bergaul tapi kalo di lingkungan masyarakat mereka menjadi penyendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: